The
Chocolate
Chapter 1
Hai! Namaku Calvine
Sarah, dan aku adalah seorang pelajar di Elementary School Sinar Bangsa yang
duduk di kelas 2 SMP. Aku adalah seorang remaja yang mempunyai rambut panjang
berwarna coklat tua,warna mataku coklat dan kulit yang putih dengan gaya bicara
yang sedikit cerewet. Aku biasa dipanggil Vine di sekolah tapi keluargaku memanggilku
dengan panggilan Sarah. Aku menjalani hidupku layaknya kehidupan remaja-remaja
yang lainnya, menyukai K-Pop, suka berdandan dan suka jalan-jalan bersama
teman. Namun, satu hal yang perlu kalian ketahui bahwa aku ini adalah anak
satu-satunya di keluargaku jadi aku menjalani hidup sendiri tanpa kakak atau
adik.
“ hoahhmmm.... “ di
pagi yang cerah ini aku terbangun, setelah aku bangun dan shalat aku segera
mandi. Di Elementary School Sinar Bangsa memperbolehkan siswanya untuk memakai
baju bebas pada hari Rabu dan Kamis. Kebetulan saja hari ini hari Rabu, jadi
aku bisa memakai baju baruku yang dibeli oleh Bunda kemarin. Aku memakai kaos
lengan panjang bergambar gitar berwarna ungu, bawahannya aku menggunakan jeans,
karena aku sekolah di daerah yang dingin, jadi aku memutuskan untuk membawa
syal warna ungu yang dirajut oleh nenekku, aku menggunakan sneakers untuk
sepatunya dan memakai kerudung berwarna putih. Setelah bersiap-siap aku
mengambil tasku dan segera menuju ruang makan, di sana Bunda sudah menyiapkan
soup cream jamur kesukaanku. “ Hai! Ayah.... selamat pagi! “ sapaku. Ayah pun
membalasnya dengan senyuman. Aku pun langsung melahap soup cream yang dari tadi
berada di hadapanku. Setelah menghabiskannya aku berpamitan kepada Ayah dan
Bunda, lalu aku langsung berlari ke bus
sekolah.
Setelah sampai sekolah
aku pun menuju ruang kelas yang dekat dengan kantin. Tiba-tiba ada yang menepuk
pundakku. “ Hai! Vine... pagi yang cerah ya? “ ujar seorang perempuan yang
berambut pendek. Dan saat aku menengok ke belakang ternyata dia adalah
sahabatku yang bernama Evellyn. Aku pun membalasnya “ Hai, juga! Ya, entah
kenapa aku merasa pagi ini adalah pagi yang paling cerah. “ ujarku. Aku dan
Evellyn pun mencari tempat duduk dan segera menaruh tasku, setelah itu aku dan
Evellyn pergi ke taman sekolah yang tak jauh dari kelas. “ Ev, kamu tahu nggak
kalau sebentar lagi kita mau kenaikan kelas? “ tanyaku. “ Yap! Kamu memang
benar Vine... “ jawab Evellyn. Tiba-tiba handphone-ku berbunyi, aku pun segera
melihatnya dan ternyata ada telepon dari Kak Crish. “ Halo! Ada apa ya kak? “
tanyaku. “ kamu ke ruang osis ya sekarang juga! “ ujar Kak Crish. “ ngapain
kak? Hari ini kan nggak ada kegiatan. Lagipul... “ omonganku terputus. “ udah,
kamu jangan cerewet deh.... buruan! “ jawab Kak Crish. Aku pun menutup telepon
dan mengatakan kepada Evellyn bahwa aku harus pergi ke ruang osis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar